Tampilkan postingan dengan label Songket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Songket. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Adiwastra 2012: Ketika Timur menyapa Barat


Adiwastra Nusantara 2012 yang berlangsung bulan lalu di Jakarta menorehkan catatan yang mengesankan. Pameran kain tradisional ini menyuguhkan koleksi wastra yang berumur puluhan tahun dari berbagai daerah koleksi Hartono Sumarsono, seorang kolektor kain. Beberapa di antaranya songket dari Sumatra, misalnya selendang Limar Mentok dari Bangka. Selendang ini dibuat pada awal tahun 1900. Nama Limar sendiri konon timbul karena bulatan kecil yang membentuk motif mirip dengan tetesan air jeruk.
Motif Limar Mentok (Bangka)

Rabu, 05 Januari 2011

Sentra kain nusantara


Beragam motif indah yang menghiasi kain tradisional dihasilkan oleh perajin kain yang tersebar di penjuru nusantara. Di sudut-sudut desa dan kampung, mereka berusaha mengolah peninggalan budaya ini sehingga keberadaannya langgeng. Mengenal sentra pembuatan kain adalah salah satu cara membantu pelestarian kain pusaka.

  1. Desa Muara Penimbung, Palembang

Desa ini terletak sekitar 35 km dari pusat kota Palembang. Awalnya perajin kain disini hanya berjumlah 5 orang ketika pusat songket ini berdiri tahun 1990. Kini, hampir seluruh penduduk wanita desa turut serta mengolah songket. Harga yang ditawarkan disini mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Motif yang tersaji dalam tiap helai kain terdiri dari motif tumbuh-tumbuhan, geometris dan campuran keduanya. Masing-masing memiliki makna, misalnya aroma bunga semerbak menggambarkan kebajikan dalam kehidupan.

Rabu, 03 Maret 2010

Warna Warni Songket Palembang

dok: karimsh.multiply.com
Songket Palembang Motif Bintang Berante


Daerah penghasil Songket selain Padang adalah Palembang. Songket Palembang terkenal dengan gemerlap warna dan motifnya. Pada jaman dahulu, Songket Palembang dibuat dengan benang emas dan hanya dipakai oleh para Raja dan bangsawan karena selain harganya yang mahal, kerumitan motif juga menjadi penanda pangkat dan kedudukan. Sekarang ini benang emas sudah dapat digantikan dengan benang sintetis yang berwarna sama, namun begitu Songket Palembang dengan benang emas asli 24 karat dan benang sutra asli juga masih banyak dibuat dan dijual.

Jumat, 26 Februari 2010

Songket Padang

Songket adalah teknik yang digunakan untuk menghias kain yang telah ditenun, prosesnya sangat rumit karena dikerjakan pada saat kain tersebut ditenun. Proses pemberian corak pada kain ini dikerjakan dengan cara menyisipkan benang lungsi di antara benang pakan yang akan membentuk kain. Benang yang digunakan untuk membentuk corak adalah benang emas atau perak sedangkan benang yang digunakan untuk kain latar biasanya adalah sutra atau katun. Teknik Songket ini sering disebut sebagai teknik tenun dengan bahan pakan tambahan (supplementary weft). Benang pakan (weft) adalah benang yang letaknya melintang dan benang lungsi adalah benang yang letaknya membujur mengikuti panjangnya kain (warp).

Kamis, 18 Februari 2010

Sekapur Sirih Tentang Songket

Beberapa motif Songket Padang

 



Songket adalah jenis tenunan tradisional daerah Melayu. Nama songket sendiri berasal pada benang tambahan di antara lungsi saat menenun sebuah kain dan membentuk sebuah motif. Motif inilah yang sejarah dan asal usul kain Songket. Persebaran Songket sendiri pulau Sumatra sampai Bali. Pada jaman dahulu material pembuat Songket didatangkan dari Tiongkok dan India, benang sutra dar Tiongkok dan benang emas/perak dari India.