Tampilkan postingan dengan label Ulos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulos. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2010

Ragam Ulos

 Ulos Simalungun
Ulos Ragi Hotang














Ulos Ragi Hidup


Ragam Ulos



Ulos sangat kaya akan motif yang beragam, biasanya motif dibagi berdasarkan keperluan, golongan dalam masyarakat, dan ada juga motif berdasarkan subetnik Batak seperti Ulos Simalungun, Batak Toba, dan Karo. Berikut ini adalah beberapa motif Ulos yang terkenal, masih banyak lagi motif Ulos yang ada di masyarakat. Ulos tersebut biasanya tidak diperjualbelikan, dan bernilai tinggi dalam adat masyarakat Batak sehingga hanya untuk disimpan dan diberikan kepada saudara atau anak atau cucu dalam acara-acara tertentu.

Ulos Jugia, merupakan ulos yang paling tinggi tingkatannya di antara jenis ulos lainnya. Yang berhak memakainya adalah orang yang sudah memiliki cucu dari anak lelaki dan perempuannya. Selama ada anak yang belum kawin atau belum mempunyai keturunan, orang tersebut tidak boleh memakai ulos ini. Karena itulah Ulos ini langka, dan bagi masyarakat Batak Ulos sama nilainya dengan emas.
Ulos Ragi Hidup, Ulos ini yang tertinggi kedua setelah Ulos Jugia walaupun banyak orang mengira bahwa Ulos ini adalah yang tertinggi. Ulos ini umumnya dipakai pada upacara adat masyarakat Batak, baik upacara suka maupun upacara duka.

Jumat, 29 Januari 2010

Proses Pembuatan Ulos

Bahan dasar ulos pada umumnya adalah sama yaitu sejenis benang yang dipintal dari kapas. Yang membedakan sebuah ulos adalah proses pembuatannya. Ini merupakan ukuran penentuan nilai sebuah ulos.
Untuk memberi warna dasar benang ulos, sejenis tumbuhan nila (salaon) dimasukkan kedalam sebuah periuk tanah yang telah diisi air. Tumbuhan ini direndam (digon-gon) berhari-hari hingga getahnya keluar, lalu diperas dan ampasnya dibuang. Hasilnya ialah cairan berwarna hitam kebiru-biruan yang disebut “itom”.

Sabtu, 23 Januari 2010

Ulos, Pelindung Masyarakat Batak

Salah satu kain tradisional Indonesia adalah Ulos yang berasal dari Sumatera Utara. Motif Ulos sendiri terdiri berbagai macam motif dan biasanya setiap daerah berbeda motif. Pada awalnya, Ulos identik sebagai ajimat, dan pelindung Orang Batak dari bencana. Dianggap sebagai pelindung karena Ulos dapat memberikan kehangatan dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari.Dulu orang Batak memakai Ulos dalam kehidupan sehari-hari tetapi sekarang ini hanya pada waktu-waktu tertentu misalnya pada pernikahan, dan kematian.

Ulos dapat digunakan dalam berbagai fungsi seperti, penutup kepala (ikat kepala), penutup badan atas (pakaian) dan bawah (sarung), dan lain-lain. Kain Ulos juga dianggap sebagai pelambang kekerabatan, karena orang Batak sering memberikan Ulos sebagai lambang kekerabatan dan kehangatan.