Tampilkan postingan dengan label Pameran kain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pameran kain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Adiwastra 2012: Ketika Timur menyapa Barat


Adiwastra Nusantara 2012 yang berlangsung bulan lalu di Jakarta menorehkan catatan yang mengesankan. Pameran kain tradisional ini menyuguhkan koleksi wastra yang berumur puluhan tahun dari berbagai daerah koleksi Hartono Sumarsono, seorang kolektor kain. Beberapa di antaranya songket dari Sumatra, misalnya selendang Limar Mentok dari Bangka. Selendang ini dibuat pada awal tahun 1900. Nama Limar sendiri konon timbul karena bulatan kecil yang membentuk motif mirip dengan tetesan air jeruk.
Motif Limar Mentok (Bangka)

Kamis, 15 April 2010

'Mendengar' dan 'Membaca' Kain di Adiwastra Nusantara 2010


                                                                              Tenun ikat NTT


Hari ini kami berkesempatan mengunjungi pameran tekstil yang bertajuk Adiwastra Nusantara. Eksibisi yang digelar di Balai Sidang Jakarta dari tanggal 14-18 April ini menampilkan koleksi kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia baik produksi baru maupun yang berusia ratusan tahun.

Memasuki hall A, kami disambut beragam koleksi kain gendongan pusaka dengan motif langka. Misalnya lurik dengan motif Tuluh Watu, yang melambangkan kekuatan dan keperkasaan. Motif ini telah disebutkan dalam prasasti raja Airlangga. Kami juga mendapati ulos dengan pola Batak tertua yang disebut Bintang Maratur. Sementara kain gendongan dari daerah lain seperti Lasem, Solo dan Pekalongan memiliki corak dominan bunga dan binatang. Selain berfungsi untuk menggendong anak, beberapa kain juga digunakan untuk mengangkut barang, contohnya lurik dengan motif Benang pedot.